Kisah tiga pasang kaki
Hujan senja itu mengantar tiga pasang kaki remaja menuju ke gang-gang kecil dimana tujuan mereka berada.
Hujan tinggal rintik-rintik, tapi terus jatuh ke tanah membasahi kaki-kaki yang melangkah riang dan pasti, membasahi hati pemilik kaki-kaki itu, membuatnya damai dalam tawa yang membahana.
Ketiga kaki itu terus melangkah, meninggalkan cerita dan kenangan bahagia di belakang mereka, meninggalkannya untuk kemudian dikisahkan kembali kepada anak cucu mereka.
Semuanya mengalir indah dalam kata, senyum, tawa, dan cerita bersama.
Kemudian tiga pasang kaki itu sampai di pertigaan ujung gang, lalu berhenti dan saling melemparkan salam perpisahan.
Dalam malam yang baru saja selesai hujan, setiap pasang kaki yang sebelumnya melangkah bersama, sekarang berjalan sendiri ke tujuan yang berbeda.
Di tiap hati pemilik kaki-kaki itu telah ditetapkan, bahwa kebersamaan mereka itulah yang dinamakan persahabatan.
Uncategorized |One Response to “Kisah tiga pasang kaki”
Leave a Reply
waahh..osiano..dikau puitis juga yahhh